Kian hari rakyat Indonesia merasakan susahnya mencari uang.Ini sebenarnya bukan masalah adanya krisis global,tapi karena uang kita banyak yang dibawa kabur ke luar negeri.Kasus yang masih segar di ingatan kita adalah kasus talangan uang BI senilai 700 triliyun yang dibawa kabur oleh mantan direktur bank BCA dan kroni-kroninya.Uang ini belum kembali ke negara.Sekarang tambah lagi uang kita 6,7 triliyun yang hilang oleh bankCentury tidak bisa kembali.Tahukah Anda berapa banyak uang 6,7 triliyun Rupiah ? Dari berbagai bacaan yang ada di internet uang Rp 6,7 trilyun,bila uang itu semua adalah pecahan Rp 100,000 ,maka bila ditumpuk tingginya 7 kali tinggi monas.Lalu bagaimana uang kita yang Rp 700 trilyun.Uang kita sebenarnya sangat banyak,terbukti banyak pihak asing yang berwiraswasta di Indonesia.Kekayaan negara kita lebih dari negara Amerika,karena Amerika sendiri banyak mengambil harta kekayaan Indonesia dari minyak bumi,emas dan turunannya.Tetapi apa yang salah dari negara kita ? Orang-orangnya saja yang salah dan tidak bisa memegang kepercayaan.Hukuman yang diterima oleh para koruptor milyaran Rupiah sama dengan pencuri ayam,bahkan pencuri ada yang sampai dibunuh.Sekarang bila seorang koruptor dihukum penjara,dan di penjara hidupnya sama seperti di hotel.Makanan dan minuman enak,TV,dan berbagai kesenangan ada.Lalu di mana letak kengerian sebuah hukuati man ? Tentu bila hukumannya seperti itu pejabat berikut yang akan korupsi tidak akan takut,karena dia tahu di dalam penjara juga hidupnya enak ? cuma tidak bebas kemana-mana saja.Coba kalau kita lihat di negara China,pelaku korup dihukum tembak mati dan disiarkan di media.Tentunya ini akan menimbulkan efek takut pada pejabat yang berniat korup,kalau korupsi nanti dibunuh,sehingga urunglah mereka korup.Di negara-negara Arab,pelaku pencurian saja dipotong tangan dan hukuman itu dilakukan di depan umum,maka orang lain akan takut mencuri.Okelah negara kita bukan negara agama dan menghormati hak hidup.Bagaimana kalau para pelaku korupsi itu tidak usah dihukum mati,tapi bagaimana kalau hukumannya misal ditelanjangi tanpa sehelai benang pun,lalu di pertontonkan oleh umum,diarak dan disiarkan media massa.Tidak mati,tidak menyiksa badan,dan masih bisa hidup.Mungkin ini akan menimbulkan rasa malu yang amat sangat bagi pelaku dan yang jelas untuk pelaku berikutnya akan berpikir berkali-kali untuk melakukan korupsi.
Bila korupsi terus menerus ada di Indonesia,maka Indonesia tidak akan punya uang lagi.Rakyat kita semakin banyak sedangkan uang kita makin habis,terus mau makan apa rakyat kita ?Ibarat roti misalkan tadinya ada 30 buah dan yang ada 60 orang,maka per orang dapat jatah setengah roti,namun sekarang roti tinggal 5 buah yang perlu roti 100 orang,maka jatah roti per orang cuma seperduapuluh roti,cukup kah ?
Hallo brothers and systers,if you are not Indonesia , you can join in this blog programme.You can use Google translator ( www.google.com/translator ) to translate this blog in your language.If you want to know more of meaning this blog for spesifically,you can visit www.toogletext.com to translate especially from English to Indonesia or Indonesia to English.If you be our member,but do not reside in Indonesia,you must have Paypal account.We always stand by you.Be our member and earn you right.

