Assalamualaikum dan salam sejahtera untuk kita semua.
Mungkin bagi sebagian dari saudara kita ada yang mempunyai pikiran bahwa begitu susah mencari pekerjaan atau jodoh atau apa lah. Ini adalah pengalaman nyata yang saya dapatkan dari pengalaman diri sendiri. Ada beberapa kejadian yang sudah saya alami adalah karena telah penulis niatkan atau utarakan beberapa tahun silam sebelum kejadian itu terjadi. Sedikit contoh yang mungkin bisa dijadikan sedikit contoh bagi rekan rekan. Begini ceritanya.
> Waktu dulu penulis masih duduk di kelas 3 STM penulis pernah berniat dan mentargetkan bahwa saya akan menikah pada usia 25 tahun ingin punya mertua yang bisa membantu saya dalam kehidupan ingin punya anak pertama lelaki kedua perempuan. Kemudian seiring berjalan waktu hari demi hari dilewati. Saat usia sekitar 22 tahun, mencoba PDKT seorang wanita dari Padang,kemudian ketika saya ceritakan pada orang tua saya waktu itu, beliau tidak setuju.Ya sudah saya tidak jadi mendekat hanya berteman saja.Lalu mencoba mencari yang lain, belum bisa. Suatu ketika di tempat kerja saya ada seorang karyawan pindahan dari cabang lain. Saya mencoba PDKT bersama saingan juga he hehhee. Ternyata dia memilih saya, padahal sudah saya ceritakan bahwa siapa sebenarnya saya tapi dia mau terima ya ayolah kita jalani bersama. Pacaran cukup lama sekitar 3 tahun, karena untuk meresmikan, banyak masalah keluarga, sehingga menunda pernikahan. Akan tetapi ketika usia saya menginjak 24 tahun lebih 9 bulan, ternyata acara pernikahan saya berjalan juga dan lancar. Tidak terlalu banyak masalah yang rumit.Untuk biaya pernikahan saja, tidak banyak keluar uang, karena sebelum hari pernikahan orang tua saya sakit keras selama lebih dari 6 bulan yang cukup memakan biaya, sehingga budget untuk nikah banyak sekali tersedot sampai-sampai uang yang tersisa sekitar 5 jutaan. Saya hanya membantu buat perayaan sekitar 3 juta di tahun 2006. Akan tetapi calon mertua saya dengan sukarela menerima nya. Betapa senangnya..
> Setelah menikah kurang lebih 1, 5 tahun saya dianugerahi anak pertama laki-laki sehat dan normal seperti apa yang saya niat beberapa tahun silam. Hari demi hari usia pernikahan kami semakin bertambah dan pada tahun 2011 istri saya hamil. Menjelang 7 bulan istri hamil, saya bawa dia ke USG untuk mengetahui janin calon bayi kami. USG menyatakan kondisi semua bagus dan yang membuat saya agak kaget adalah jenis kelamin si calon bayi adalah laki-laki, tapi tetep saya bersyukur walaupun ingin nya anak perempuan. Ya terima, ini sudah pilihan Allah Swt. Kemudian saat menjelang persalinan saya harap-harap cemas,dan saya berdoa semoga semua berjalan lancar. Saya pun ikut di samping istri, memberi doa dan semangat saat dia melahirkan sampai juga melihat kepala bayi saat masih di dalam (Maaf) kelamin istri. Perlahan sedikit demi sedikit bayi pun keluar dari dalam perut istri saya.Daaan ketika bayi sudah di luar, lalu menangis lah itu bayi, sambil bidan memeriksa semua kondisi tubuh bayi. Dan ketika si bidan memberi selamat kepada saya, " selamat ya pak, anaknya perempuan cantik", sontak saya terkejut sekali, kok bisa padahal sudah di USG dikatakan sesuai hasil analisis mesin laki-laki. Ternyata di sini Allah Swt berkehendak lain. Dia bisa merubah apapun secepat yang tidak bisa kita ukur, dan ternyata niatan saya untuk punya anak kedua perempuan pun terwujud juga. Alhamdulillah.
> Di sini penulis hanya ingin memberikan sedikit arahan, niatkan apapun sedini mungkin, maka Allah Swt, Tuhan Yang Mahakuasa yang akan melengkapi. Niat kan tidak susah, apabila kita sudah niat maka tubuh seperti sudah disetel, mau berbuat apapun terasa ringan. Niat kan dari sekarang, tapi niat baik... Niat buruk Allah tidak akan mendukung bahkan akan menggagalkannya..

