Sekilas kami

Elbonus.com hadir untuk menjadi sarana bagi rakyat dunia umumnya dan Indonesia khusus yang ingin memberikan cerita,ide,gagasan,saran,tulisan,paparan,sanggahan,kritik,atau tulisan apapun yang penting positif bahkan iklan sekalipun untuk kebaikan bersama dalam bahasa Indonesia atau English boleh disertai gambar dan atau video maksimal 50 MB format bebas.Tuliskan dan kirimkan ke email voice.elbonus@gmail.com.com ,Bila postingan Anda ada yang berkomentar baik minimal 300 karakter huruf,maka Anda akan mendapat poin.Satu komentator bernilai 1(satu ).Bila poin Anda mencapai 200 ,maka pulsa 100.000 akan kami kirim ke nomor hp Anda.Sebelum dipublikasikan,kami edit terlebih dahulu,tetapi tanpa menghilangkan isi pokok untuk menghilangkan apabila ada isi yang mengandung unsur negatif.Oleh karena itu agar Anda yakin akan postingan Anda silakan cek di blog ini,24 jam kemudian.

26 Apr 2010

Posted by blogger
No comments | Senin, April 26, 2010
"Apa kata dunia...!" ya itulah slogan bagi orang yang tidak membayar pajak.Berbagai sanksi akan dikenakan bagi wajib pajak yang enggan membayar pajak,antara lain sanksi denda,sanksi pidana,dikenai biaya fiskal bila ingin pergi ke luar negeri.Tentunya kita banyak tahu tentang penggelapan yang dilakukan oleh orang-orang dalam bidang pajak.Memang bila pajak untuk pembangunan kita dukung pengadaanya.Tapi bila pajak yang kita bayarkan hanya untuk dikorupsi,maka mulai sekarang stop bayar pajak,karena uang Anda akan sia-sia belaka,karena uang hanya akan dimakan oleh tikus-tikus pajak.Kita sebagai pembayar pajak sudah digenjot sedemikian rupa agar uang pajak kita bayarkan,tapi pada kenyataannya kemauan kita untuk membayar pajak ternyata dimanfaatkan oleh oknum pajak untuk memperkaya diri dan keluarga juga keturunannya.Sebagai pembayar pajak kita berhak tahu dikemanakan uang yang disetorkan,apakah untuk pembangunan negara atau untuk menggelembungkan lambung oknum pegawai pajak.Sebagai dinas pajak semestinya mempunyai laporan,berapa uang yang telah diterima dan uang yang telah dikeluarkan untuk apa saja.Tidak ada alasan untuk menunda-nunda atau mengulur-ulur waktu bagaimana cara melaporkannya pada publik.Bila memang dinas pajak tidak mempunyai cara bagaimana cara melaporkannya pada publik,kami akan beri tahu caranya

12 Apr 2010

Posted by blogger
No comments | Senin, April 12, 2010
Sinetron televisi Indonesia semakin hari seperti menunjukkan dan mengajarkan kebodohan pada masyarakat kita.Contoh yang kita lihat dari sinetron Safa dan Marwah.Bagaimana jadi kelihatan menggambarkan kesan betapa bodohnya polisi kita,masa mengejar satu orang buronan perempuan saja tidak becus,memang seberapa pintar buronan itu dan apakah untuk mengejar buronan hanya mengerahkan polsi yang amat terbatas.Dalam dunia nyata,apakah ada bila ada polisi yang melihat orang dengan baju yang berbeda tapi tidak bisa membedakan.Cobalah Anda perhatikan,dari dialog-dialog yang ada sepertinya malah memunculkan kebodohan para pemain dan tidak cerdas dalam mencerna dialog.

Blogger templates