Kedisiplinan masyarakat Indonesia khususnya di kota besar sudah sangat memprihatinkan,terutama masalah rambu lalu lintas. Lihat saja segala marka jalan yang masih bisa dilanggar ya langgar saja. Kedisiplinan hanya dijalankan ketika ada petugas saja, dan ketika petugas sudah berlalu maka pelanggaran kembali dilakukan. Katanya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius dan taat beragama? Mana perwujudan itu dalam sehariannya. Bukankah Allah SWT dan ajaran agama masing-masing sudah mengajarkan pada kita semua untuk memberikan hak kepada orang lain?? Mana buktinya?? Nol besar. Contoh perampasan hak sudah menjadi tradisi di Indonesia khususnya kota besar. Lampu merah dilanggar, jalur penyeberang jalan diserobot, trotoar untuk jalan sepeda motor, penyeberang jalan tidak diberi rasa aman ketika menyeberang jalan,kebut-kebutan seolah-olah jalan raya yang menggunakan hanya dia sendiri tanpa memperhatikan keselamatan pihak lain baik keselamatan manusia, lingkungan sarana dan lainnya. Lihat bagaimana perilaku si pelanggar terhadap yang berusaha tertib. Diklaksoni terus - menerus, dicemooh dibilang sok tertib lah sok bagus lah, sampai digoblok-goblokan. Ya Allah Tuhanku, sebegitu burukkah perilaku masyarakat sekarang?? Tolong bagi orang yang tidak bisa disiplin dan tertib, jangan membuat orang yang tertib untuk mengikuti yang urakan. Sangat-sangat benar sekali firman Allah SWT orang yang berakal dan mengetahui sangat sedikit. Semoga Allah Swt segera membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang disiplin dalam beragama dan berbangsa. Amin.
( image : keepo.me)



0 comments:
Posting Komentar